Sebagaimanakita ketahui, suatu atom dikatakan netral jika jumlah elektron sama dengan jumlah proton. Perlu kita ketahui juga bahwa suatu atom dapat menerima (menyerap) atau melepaskan elektron. Jika atom menerima 1 elektron, maka atom tersebut kelebihan muatan negatif sebanyak 1 atom dan disebut bermuatan -1. Unsuryang memiliki energi ionisasi kecil akan melepaskan elektron, sedangkan unsur yang memiliki energi ionisasi besar akan menerima elektron. Agar elektron valensi atom H mirip dengan atom He (2) maka diperlukan satu elektron. Demikian pula atom Cl, agar mirip dengan konfigurasi elektron atom Ar (2 8 8), diperlukan satu elektron Ikatankimia dibagi dalam beberapa jenis yakni ikatan kovalen, ikatan hidrogen, ikatan ionik. 1. Ikatan ion, atau ikatan ionik. adalah ikatan yang terjadi akibat hasil dari perpindahan satu atau lebih elektron antar atom, maka atom akan memperoleh satu atau lebih elektron valensi dan karenanya akan menjadi anion. Jikaatom natrium melepaskan 1 elektron, atom natrium bermuatan.. Penjelasan: Pada atom natrium (Na) yang melepaskan satu elektron, atom natrium (Na) yang pada mulanya bersifat netral akan berubah menjadi Na bermuatan +1 yang ditulis Na+. Jadi Jawaban nya adalah +1 atau bisa ditulis Na+ Jikaarsenik memiliki nomor atom 33 maka jumlah proton yang dimiliki arsenik adalah 33. Proton bermuatan positif. Selain proton atom memiliki elektron. Jika elektron itu jumlahnya sama dengan proton, agar muatannya netral. Sementara banyaknya neutron ditambah proton akan mempengaruhi jumlah nomor massa dari suatu atom Agarmempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya, atom Na dapat melepaskan satu elektron dari kulit M tersebut atau menerima 7 elektron dari atom lain. Menerima 7 elektron sangatlah sulit, maka dari itu, atom natrium (Na) cenderung melepaskan 1 elektron. Akibatnya, bila atom Na melepaskan satu elektron, maka di dalam inti atom Na ada 11 proton sehinggakelebihan satu elektron dan atom natrium selalu ingin melepaskan electron sehingga kekurangan satu elektron. Atom yang kelebihan elektron disebut ion negatip dan kekurangan elektron disebut ion positip. Atom Cl akan membentuk ion Cl-dan atom Na akan membentuk ion Na+. Ion-ion ini memiliki sifat yang berbeda dengan atom netral. Jikasuatu atom netral menangkap elektron, maka jumlah elektronnya akan menjadi lebih banyak dibandingkan dengan jumlah protonnya. Bagaimanakah pembentukan ion natrium dan ion klorida? Atom natrium (Na) memiliki 11 proton dan 11 elektron. Atom natrium melepaskan 1 elektron sehingga atom natrium kekurangan elektron atau kelebihan proton 2 Pemutusan homolitik: suatu pemutusan yang menghasilkan radikal bebas. Pemecahan/pemutusan homolisis yaitu pembelahan ikatan kovalen antara dua atom terjadi dengan cara yang memungkinkan setiap atom mempertahankan satu elektron masing-masing. Pemecahan ini simetris dan mengarah pada pembentukan atom atau kelompok 15.1. Definisi Ikatan Kimia. Ikatan Kimia adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul yang terjadi dengan cara sebagai berikut : a) atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron) b) penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan. w0cRKB. PertanyaanJika atom netral menerima elektron, maka atom tersebut menjadi ...Jika atom netral menerima elektron, maka atom tersebut menjadi ... kation anion proton neutron INI. NuruzzamanMaster TeacherMahasiswa/Alumni UIN Sunan KalijagaJawabanjawaban yang tepat adalah yang tepat adalah B. PembahasanDalam satu atom netral maka jumlah proton dan elektron akan sama. Apabila suatu atom menerima elektron maka atom tersebut menjadi bermuatan negatif anion . Hal ini karena jumlah elektron menjadi lebih banyak dari jumlah proton. Tetapi jika atom melepaskan elektron maka atom tersebut menjadi bermuatan positif kation karena jumlah proton lebih banyak dari jumlah elektron. Sehingga jika atom netral menerima elektron, maka atom tersebut menjadi anion. Oleh karena itu jawaban yang tepat adalah satu atom netral maka jumlah proton dan elektron akan sama. Apabila suatu atom menerima elektron maka atom tersebut menjadi bermuatan negatif anion. Hal ini karena jumlah elektron menjadi lebih banyak dari jumlah proton. Tetapi jika atom melepaskan elektron maka atom tersebut menjadi bermuatan positif kation karena jumlah proton lebih banyak dari jumlah elektron. Sehingga jika atom netral menerima elektron, maka atom tersebut menjadi anion. Oleh karena itu jawaban yang tepat adalah B. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!1rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!NFNurjannah FebriyantiMakasih ❤️ Prinsip Prinsip Dalam Pembentukan Dari Molekul 1. Konfigurasi Elektron Agar mengetahui bagaimana atom-atom dapat berikatan kamu harus mempelajari susunan elektron di dalam suatu atom atau yang model atom, atom mempunyai tingkat-tingkat energi yang menurut Bohr disebut kulit-kulit atom. Menurut teori mekanika gelombang yaitu teori atom yang digunakan pada saat ini, tingkat-tingkat energi dalam suatu atom berturut-turut adalah tingkat energi K atau n=1, L untuk n=2, M untuk n=3 dan seterusnya dalam Prinsip Prinsip Dalam Pembentukan Dari Molekul. Agar kamu lebih mudah mempelajari susunan elektron dalam suatu atom, kita gunakan istilah kulit-kulit atom sebagaimana teori Bohr untuk tingkat-tingkat energi. Dengan demikian suatu atom akan mempunyai kulit K n=1, kulit L n=2, dan seterusnya. Masingmasing kulit atom ditempati oleh sejumlah elektron. Setiap kulit mempunyai jumlah maksimum elektron yang dapat menempatinya. Misalnya kulit K, maksimum hanya dapat ditempati oleh 2 elektron. Apabila atom tersebut mempunyai elektron lebih dari 2 maka elektron berikutnya akan menempati kulit yang lebih tinggi. Pengisian elektron pada kulit-kulit atom dimulai dari pengisian kulit terdalam atau yang mempunyai energi paling rendah. Pengisian elektron secara berurutan dimulai dari kulit K kemudian ke kulit atom yang lebih tinggi. Pada contoh di atas, Atom helium He, natrium Na, dan klor Cl sesuai dengan urutan jumlah elektron maksimal yang dapat ditempati elektron. Namun pada Ca yang mempunyai 20 elektron, kulit atom K dan L berturut-turut ditempati oleh 2 dan 8 elektron sehingga tersisa 10 elektron. Walaupun kulit M dapat ditempati 18 elektron tetapi jumlah elektron yang tersisa hanya 10, maka kulit atom M hanya terisi 8 elektron dulu dan kulit atom N terisi 2 elektron. Tetapi kalau jumlah elektron yang tersisa setelah K dan L terisi lebih dari 18 elektron maka kulit atom M terisi 18 elektron seperti contoh pada atom bromin dan kripton. Intinya, elektron akan disusun pada setiap kulit hingga membentuk susunan yang paling stabil. 2. Ion Atom-atom dengan nomor atom 1 sampai 18 akan ada dalam keadaan stabil bila kulit atom terluarnya berisi 2 elektron seperti helium He atau 8 elektron seperti neon Ne, argon Ar, dan kripton Kr. Untuk mencapai jumlah 8 elektron, suatu atom dapat melepaskan atau menerima satu atau lebih elektron. Contoh atom natrium Na yang mempunyai 11 elektron mempunyai susunan elektron K=2, L=8, dan M=1. pada konfigurasi seperti ini kulit atom M hanya terisi satu elektron. Keadaan ini menyebabkan natrium Na tidak stabil. Agar mempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya, atom Na dapat melepaskan satu elektron atau menerima 7 elektron dari atom lain. Tetapi, menerima 7 elektron sangat sulit, maka atom natrium Na cenderung melepaskan 1 elektron. Akibatnya, bila Na melepaskan 1 elektron maka ada satu proton di dalam inti atom natrium Na yang tidak diseimbangkan oleh elektron. Jadi natrium Na akan kelebihan muatan positif dari satu proton dari Prinsip Prinsip Dalam Pembentukan Dari Molekul. Pada atom natrium Na yang melepaskan satu elektron, atom natrium Na yang pada mulanya bersifat netral akan berubah menjadi Na bermuatan +1 yang ditulis Na+ . Jenis Na+ tersebut disebut ion Na+ . Berdasarkan penjelasan tersebut, apakah kamu dapat menyimpulkan apa itu ion? Ion yang bermuatan positif seperti ion Na+ secara umum disebut kation. Contoh lain adalah atom kalisum Ca yang mempunyai susunan elektron dalam atomnya K=2, L=8, M=8, dan N=2. Agar mempunyai 8 elektron pada kulit terluar maka kalisum Ca melepaskan dua elektron menjadi ion Ca2+ . Sebaliknya atom klor 17 Cl mempunyai susunan elektron K=2, L=8, dan M=7 lihat Gambar Agar atom klor Cl stabil maka ditangkaplah satu elektron dari atom lain agar kulit atom M terisi 8 elektron. Atom klor Cl yang menerima satu elektron akan kelebihan muatan negatif. Atom klor Cl yang pada mulanya bersifat netral mempunyai 17 proton dan 17 elektron, jika menerima satu elektron dari luar maka atom klor Cl akan menjadi bermuatan -1 atau ditulis Cl- . Ion yang bermuatan negatif secara umum disebut anion. Coba kamu amati kembali dengan seksama Gambar tentang proses pembentukan garam dapur NaCl. Sebuah ion positif kation memiliki jumlah elektron lebih sedikit dari proton yang ada pada inti atom, sebaliknya ion negatif anion memiliki jumlah elektron lebih banyak dari proton. Dengan kata lain, atom yang melepaskan elektron akan menjadi ion yang bermuatan positif, sedangkan atom yang menerima elektron akan menjadi ion yang bermuatan negatif. Pada contoh pembentukan garam NaCl ion Na+ dan ion Cltarik-menarik secara elektrostatik membentuk senyawa NaCl yang netral. Senyawa yang terbentuk dari kation dan anion disebut senyawa ionik. Gaya tarik-menarik gaya elektrostatik antara kation dan anion dalam senyawa tersebut disebut ikatan ion. 3. Identifikasi Unsur kamu telah mempelajari lampu warna warni dari gas mulia. Selain itu, adakah di antara kamu yang suka melihat kembang api? Bagaimana kembang api dapat menghasilkan nyala berwarna-warni. Kembang api mengandung senyawa-senyawa tertentu. Bila kembang api dibakar maka molekul-molekul yang ada di dalam senyawa tersebut menyerap energi dan menyebabkan elektron-elektron pada atomnya mengalami perpindahan antar kulit atom. Perpindahan elektron dari kulit atom yang lebih rendah ke tinggi akan menyerap energi sedangkan perpindahan elektron dari kulit yang lebih tinggi ke rendah akan melepaskan energi. Energi yang dilepaskan tersebut akan terlihat sebagai cahaya. Masing-masing atom mempunyai jarak antarkulit atom yang berbeda sehingga energi yang diserap atau dilepaskan juga akan berbeda. Perbedaan tersebut menyebabkan terjadinya warna-warna yang berbeda. Jika kamu menyulut kembang api berarti kamu telah melakukan reaksi kimia yang menghasilkan cahaya dalam Prinsip Prinsip Dalam Pembentukan Dari Molekul. Warna khas yang dihasilkan oleh unsur-unsur pada keadaan terbakar tersebut dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan suatu unsur dalam suatu materi secara kualitatif. Prinsip tersebut digunakan oleh ilmuwan untuk mengidentifikasi kadar suatu pada suatu bahan. Bila kita membakar suatu senyawa dan menghasilkan warnawarna tertentu yang menunjukkan bahwa dalam senyawa itu terdapat unsur tertentu disebut dengan uji nyala. Contoh hasil uji nyala beberapa unsur disajikan Hanya saja tidak semua unsur mempunyai warna yang khas oleh sebab itu uji nyala ini hanya digunakan untuk mengetahui kandungan beberapa unsur. Baca Juga Partikel Subatom Dan Nomor Atom, Nomor Massa Molekul Dalam Benda Mati Dan Makhluk Hidup Dinamika Dan Dampak Kependudukan Dan Lingkungan Sekitar Demikian Artikel Prinsip Prinsip Dalam Pembentukan Dari Molekul Yang Saya Buat Semoga Bermanfaat Ya Mbloo Artikel Terkait Tips Konsep Dari Listrik Statis Di Lingkungan Pewarisan Dari Sifat - Sifat Pada Manusia Pemanfaatan Dari Medan Magnet Pada Migrasi Hewan Struktur Dan Fungsi Sistem Reproduksi Pada Manusia Perilaku Hemat Energi Dan Teknologi Tidak Ramah Lingkungan Pengertian Atom, Ion, Pembentukan dan Macam Ion. Penjelasan mengenai atom dan ion yang meliputi definisi, jenis dan pembentkan ion. Pada materi-materi sebelumnya mungkin kalian sering menemukan kata-kata ion. Nah, sebenarnya apa sih ion itu? Lalu apa hubungannya dengan atom, elektron, proton dan neutron? Yuk mari kita bahas tuntas pada materi atom dan ion kali ini. Namun sebelum kalian siapkan buku catatan, mungkin hari ini kalian juga ingin mempelajari pengertian sifat kimia dan fisika, perbedaan, ciri-ciri dan pemanfaatan logam di website Pengertian Atom Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan atom? Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom dan awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron. Pengertian Ion Lalu, apakah yang dimaksud dengan ion? Ion adalah suatu atom atau molekul yang memiliki muatan listrik total tidak nol jumlah total elektron tidak sama dengan jumlah total proton. Ion yang bermuatan positif disebut kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Pada ionisasi fisik dalam suatu media, misalnya gas, “pasangan ion” tercipta dari tumbukan ion, di mana masing-masing pasangan yang terbentuk mengandung elektron bebas dan ion positif. Selain itu, ion juga dapat tercipta melalui interaksi kimia, misalnya pelarutan garam dalam cairan, atau dengan cara lain, melewatkan arus searah melalui larutan penghantar yang melarutkan anode melalui ionisasi. BACA JUGA METODE PEMISAHAN CAMPURAN PADA KIMIA DAN CONTOHNYA Hubungan Atom dengan Ion Secara sederhana, ion adalah atom yang memiliki muatan listrik. Ion yang hanya berisi satu atom disebut ion monoatomik atau ion atomik, sementara yang berisi dua atau lebih atom membentuk ion molekuler atau ion poliatomik. Atom sendiri terdiri dari Proton yang memiliki muatan positif dan Elektron yang bermuatan negatif. Elektron juga dapat meninggalkan atom, sekaligus dapat pula menerima Elektron. Ini terjadi dikarenakan adanya pengaruh dari berbagai macam faktor seperti pemanasan, tersedianya medan listrik, dan juga adanya medan magnet. Dalam suatu atom dapat dinyatakan netral apabila jumlah dari proton-proton dan elektronnya adalah sama atau seimbang. Jika atom netral berhasil menangkap elektron, maka jumlah daro elektronnya akan menjadi lebih banyak dari jumlah protonnya. Nah, atom yang menangkap elektron inilah yang dinamakan atom yang memiliki muatan negatif. Sebaliknya, apabila sebuah atom netral melakukan pelepasan elektron , maka jumlah protonnya akan berubah menjadi lebih banyak dari jumlah elektronnya. Nah, atom yang melepaskan inilah yang dinamakan atom yang memiliki muatan positif. Atom yang bermuatan inilah yang umumnya kita sebut sebagai ion. Dimana atom sendiri akan dapat berubah menjadi ion apabila jumlah proton dan elektronnya tidak seimbang apalagi sama Ion adalah merupakan atom atau gugus dari atom yang memiliki muatan listrik. Penemuan Ion pertama kali berhasil dilakukan oleh ahli fisika dari jerman, yang bernama Julius Elster dan Hans Friedrich Geitel. Pada saat itu mereka menemukannya pada tahun 1899. Sedangkan untuk istilah ion sendiri sebenarnya telah diperkenalkan oleh ahli kimia dan fisika inggris Michael Faraday pada tahun 1834 di mana pada saat itu, Faraday menggambarkan sebuah spesies kimia yang sedang bergerak dari satu elektroda ke elektroda yang lain ketika berada dalam larutan berair. Kata ion sendiri diambil dan berasal dari bahasa Yunani ienai’ yang memiliki arti pergi’. Meskipun pada saat itu Faraday tidak dapat mengidentifikasi partikel apa itu yang bergerak di antara kedua elektroda tersebut, ia tahu bahwa sebenarnya apabila logam dilarutkan ke dalam larutan yang diberikan elektroda, maka akan terdapat materi yang bergerak dibawah aliran listrik disana. Sebelum kita lebih jauh mengenal ion, setidaknya kalian harus mengetahui terlebih dahulu tentang atom secara dasar. Dalam kondisi tertentu, sebuah atom akan dapat kehilangan satu atau lebih elektron yang dari awal telah dimilikinya. Ketika hal itu terjadi, maka atom yang awalnya netral menjadi tidak lagi bermuatan netral, namun malah sebaliknya dan menjadi bermuatan positif karena jumlah proton akan menjadi lebih banyak daripada elektron. Hal seperti inilah yang dapat kita namakan sebagai kondisi ion suatu atom. Beberapa molekul yang ada dapat terbentuk melalui ikatan ion. Dimana sebelum berikatan, mula mula atom-atom yang berkeliaran ini akan membentuk ion-ion terlebih dahulu. Misalkan kita ambil contoh adalah NaCl yang terbentuk dari atom Na dan Cl. Jika diruntut mengenai isinya, atom Na mempunyai 11 elektron, sedangkan ion Na kekurangan satu elektron sehingga muatannya menjadi positif +1. Atom Na dapat membentuk ion Na+ sebagai kation, dan sedangkan atom Cl akan membentuk ion Cl– sebagai anion. BACA JUGA TABEL PERIODIK UNSUR KIMIA, SIMBOL DAN METODE PENGELOMPOKAN Pembentukan Ion Natrium dan Klorida Bagaimanakah pembentukan ion natrium dan ion klorida? Atom natrium Na di dalamnya mempunyai 11 proton dan 11 elektron. Dan kemudian dilepaskan satu elektron oleh atom natrium, sehingga atom natrium akan kekurangan elektron atau malah menjadi kelebihan proton. Maka dari itu, atom natrium dapat berubah menjadi ion natrium atau Na+. Atom klor atau Cl memiliki 17 proton dan juga 17 elektron. Atom Cl akan menerima 1 elektron sehingga atom Cl menjadi kelebihan elektron atau membentuk ion klorida Cl–. Ion Na+ dan ion Cl– ini akan saling berikatan dan dapat membentuk senyawa NaCl dengan reaksi seperti berikut ini Atom Cl di dalamnya memiliki sejumlah 17 elektron, agar menjadi stabil, atom harus menerima satu elektron sehingga muatannya menjadi negatif -1. Na+ + Cl– → NaCl Senyawa yang terbentuk dari kumpulan ion positif dan ion negatif disebut senyawa ionik. Lalu apa sih contohnya senyawa ionik? Nah, berikut ini adalah daftar contoh dari beberapa senyawa ionik Amonium sulfat NH42SO4 terbentuk dari ion NH4+ dan ion SO42– Tembaga sulfat CuSO4 terbentuk dari ion Cu2+ dan SO42– Kalsium karbonat CaCO3 terbentuk dari ion Ca2+ dan ion CO32– Lalu apakah semua zat dapat menghasilkan ion? Ternyata tidak, lho. Sebagai contoh misalnya gula, yang apabila gula ini dilarutkan ke dalam air, molekul-molekul pada gula tidak akan dapat terurai dan menjadi ion. Melainkan gula tersebut hanya melarut saja. Senyawa yang seperti ini adalah yang disebut dengan senyawa molekul. BACA JUGA PENGERTIAN LARUTAN ADALAH, MACAM-MACAM LARUTAN DAN KESETIMBANGAN KIMIA Macam-macam Ion Jika berdasarkan pada muatannya, ion dapat dibagi menjadi tiga yaitu kation ion positif, anion ion negatif, dan oksianion. Ion Positif Kation Ion ion positif ini umumnya juga dikenal dengan nama lain kation. Yang mana sebagian besar dari ion ini adalah merupakan berbagai unsur logam yang juga mengambil nama dari unsur itu sendiri. Kalium = K+ Kalsium = Ca2+ Kadmium = Cd2+ Magnesium = Mg2+ Natrium = Na+ Ada pula beberapa kation non-logam, yang juga tak kalah penting untuk diketahui diantaranya; amonium = NH4+ Hidrogen = H+ hidronium = H3O+ Kation Multivalen Beberapa ion dari logam adalah multivalen. Dimana ini artinya mereka dapat menunjukkan lebih dari satu muatan listrik. Penamaan sistematis untuk hal ini adalah menggunakan angka Romawi sebagai berikut Cu+ = tembaga I Cu2+ = tembaga II Fe2+= besi II Fe3+ = besi III Hg+ = merkuri I Hg2+ = merkuri II Sn2+ = timah II Sn4+ = timah IV Ion Negatif Anion Ini adalah unsur non-logam yang umumnya membentuk ion negatif atau juga dapat disebut sebagai anion. Nama-nama dari anion monoatomik umumnya semua memiliki akhiran -ida seperti berikut ini ; Cl– = khlorida S2– = sulfida O2– = oksida I– = iodida H– = hidrida Ada juga anion poliatomik penting yang juga dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Beberapa diantaranya juga mengikuti pola dari anion monoatomik. OH– = hidrosida CN– = sianida Oksianion Ini adalah yang paling umum diketahui mengandung oksigen anion atau disebut oksianion. Dalam penamaanya mempunyai nama yang masing-masing berakhiran -at, namun jika yang mengandung sejumlah kecil atom oksigen, maka namanya berakhiran -it, seperti dibawah ini Fosfat = PO43– Fosfit = PO33– Karbonat = CO32– Nitrat = NO3– Nitrit = NO2– Sulfat = SO42– Sulfit = SO32– Ion-ion yang ada pada daftar di atas juga dapat digabungkan dengan H+ untuk menghasilkan asam bentuk yang memiliki muatan negatif yang lebih kecil. Dengan pengecualian ion nitrat.